Kamis, 22 Mei 2008

Rumah di atas Kali Ciliwung

Seminggu sekali aku selalu menyambangi sebuah pemukiman di atas kali Ciliwung. Memang posisinya benar-benar di atas kali, bukan di pinggir kali. Rumah yang dibangun semi permanen itu berdempet-dempetan dengan rumah lain. Kesemuanya adalah langganan banjir. Walau kalau kata suamiku," Itu sebenarnya bukan banjir. Air sungai dari dulu memang melewati situ. Tapi karena mengalami pendangkalan oleh orang-orang dibangun rumah..Nah rumah-rumah itu terlimpas oleh air"

Kali Ciliwung di Jakarta memang sudah mirip selokan. Sempit, dangkal, bau , kotor... Makanya ketika di daerah puncak hujan lebat aliran kali Ciliwung yang deras tidak bisa tertampung maksimal, jadinya meluap kemana-mana.

Pernah satu kali kami sedang asyik taklim tiba-tiba air deras datang dan di depan rumah sudah penuh air. Saya yang tidak terbiasa dengan banjir jadi agak panik tapi ibu-ibu itu tetap tenang dan tersenyum. Mereka sudah biasa dengan banjir. Bahkan banjir tahun 2007 kemarin yang cukup besar tidak membuat mereka gentar. Mereka tetap tinggal di atas kali Ciliwung di lantai atas. Suplai makanan selalu disediakan untuk menghadapi air bah yang senantiasa datang.

Sejujurnya saya sangat mengagumi mereka. Ibu-ibu bersahaja itu selalu optimis menghadapi hidup dan mereka pun selalu rajin menimba ilmu. Setiap minggu mereka selalu sms apakah saya bisa datang tidak di taklim mereka. Kadang saya malu karena semangat saya jauh di bawah mereka.. Mereka walaupun banjir tetap semangat taklim bahkan ada yang sampai naik sampan untuk datang. Saya yakin bukan karena isi kajian yang berbobot- karena jelas ilmu mereka lebih dari saya, beberapa dari mereka lulusan pesantren dan hafal Al Quran- tapi lebih pada semangat untuk belajar. Dan sering setiap saya pulang dari sana pasti ada kresek disematkan di tangan saya,isinya buah atau kue. Kemurahan hati mereka kadang bikin malu. Betapa ringannya mereka bersedekah.

Kini satu persatu ibu-ibu itu pindah dari kali Ciliwung. Mereka mencari rumah yang bebas banjir tapi dari rumah yang berjauhan itu mereka tetap rajin datang ke kali CIliwung seminggu sekali. Semoga ukhwah itu tetap terjaga..

KUNCI ZUHUD

KUNCI ZUHUD
"Aku Tahu Rezekiku Tak Mungkin Diambil Oleh Orang Lain"
Karenanya
"Hatiku Menjadi Tenang"
"Aku Tahu Amal-Amalku Tak Akan Diambil Oleh Orang Lain"
Maka
"Aku Sibukkan Diriku Untuk Beramal"
"Ku Tahu, Allah Selalu Melihatku"
Karenanya
"Aku Malu Bila Allah Mendapatiku Melakukan Dosa"
"Aku Tahu Jodohku Tak Mungkin Diraih Oleh Orang Lain"
Karenanya
"Perasaanku Menjadi Damai"
"Aku Tahu Kematian Akan Menantiku"
Maka
" Kupersiapkan Bekal Untuk Berjumpa Dengan Penciptaku"
( Hasbi Al Bishri )

Minggu, 18 Mei 2008

Antara Saya dan Bung Sophan Sophian

Ada apa antara saya dan Sophan Shopian ?? Yang jelas tidak ada apa - apa. Wong kenal saja tidak. Kalau saya kenal dengan beliau. Beliau kan aktor kawakan yang cukup ngetop saat saya masih kecil.

Tapi ada persamaan kejadian yang kami alami dengan akibat berbeda. Hari Sabtu kemarin saat konvoi dengan moge Sophan Sophian mengalami kecelakaan dan beliau berpulang ke haribaan Allah SWT. Innalilallahi wa innailaihi raji'uun..

Dan di hari yang sama dengan jam berbeda saya mengalami kejadian naas juga yang berhubungan dengan motor. Sabtu kemarin kami sekeluarga bersama dengan kakak ipar dan keponakan rihlah di Taman Safari. Ketika pulang kami mampir di kios bunga di tepi jalan. Maksud hati ingin membeli tanaman hias untuk oleh-oleh ibu mertua. Kebetulan saya yang turun dari mobil dan memilih tanaman. Ada tanaman hias bernama philo lynette yang cukup bagus. Tanaman ini lebih menonjolkan keindahan daunnya. Saat saya asyik tawar menawar harga dengan pedagang tiba-tiba saya merasa kehilangan moment. Dan tahu-tahu sudah terduduk kesakitan dengan jilbab lepas. Alhamdulillah saya pake daleman jilbab. Saya baru sadar saat meliha suami dan kakak ipar berlari ke arah saya. Ternyata tadi saya dan pedagang tanaman tertabrak motor yang dikendarai abg yang tangah pacaran. Sontak saya ingat janin di perut karena perut terasa tegang dan kontraksi.

Suami segera membawa saya ke rumah sakit terdekat. Sepanjang jalan saya beristighfar dan menangis. Khawatir akan keselamatan janin. Satu-satunya rumah sakit tersekat yang kami dapat adalah rumah sakit paru. Disitu tidak ada dokter kebidanan dan piranti usg untuk melihat kondisi janin. Jadi saya hanya diobservasi 2 jam untuk melihat apakah kontraksi berlanjut dan pecah ketuban atau tidak. Saya terus berdoa karena hanya itu senjata dan obat mujarab yang saya punya.

Alhamdulillah dokter dan perawat cukup baik, berkali-kali mereka mengingatkan saya untuk bersabar dan bilang bahwa saya cukup beruntung karena tidak pecah ketuban. Alhmadulillah sampai detik ini kondisi janin masih bagus-ditandai dengan tidak kontraksi, tidak pecah ketuban, dan gerakan janin normal. Insyaa Allah baru sore nanti ke dokter sekalian periksa dua mingguan.

Mohon doanya untu teman-teman semua ya...agar janin di perut dan saya sehat walafiat baik jasmani maupun ruhani. Allah masih memberi kesempatan bagi saya untuk memperbaiki diri..

Selasa, 13 Mei 2008

Cup Cake

Ini adalah resep kue yang paling sederhana tapi rasanya cukup lezat. Apalagi disantap selagi masih hangat. hmmm...yummi deh.

250 gr Mentega

250 gr gula halus

6 butir telur, kuning dan putih dipisah

209 gr tepung terigu

ovalet seujung sendok makan

Cara pembuatan:

Mentega dan gula halus dikocok lalu masukan kuning telur satu persatu. Kocok sampai mengembang sekitar 10 menit. Lalu putih telur dikocok hingga kaku. Setelah itu campu radonan pertama dengan tepung dan puith telur secara bergantian dan sedikit demi sedikit. Jangan lupa sambil diaduk. Setelah itu dicetak dalam cup yang sudah dilapisi kertas kue. Isi du pertiga. Jika ingin lebih cantik sebagian kecil adonan dicampur coklat lalu dituang sedikit di atas adonan kue.

Gampang kan ?? Ekonomis lagi. Cocok buat sajian arisan or pengajian. Selamat mencoba

Sabtu, 10 Mei 2008

Periksa kehamilan

Usia kehamilanku sudah 30 minggu, jadi aku harus menetukan pilihan di mana akan melahirkan. Setelah berdiskusi dengan suami akhirnya kita memilih RSIB Harapan Kita. Agak jauh sih dari rumah. Tapi kakak-kakak ipar melahirkan di sana dan kesannya bagus pelayanannya.

Akhirnya sabtu kemarin kita kesana. Biasalah prosedurnya: daftar, ditimbang hmm beratnya 59,5 kg-Nambah 1 kg-, ditensi 110/70-lumayan normal biasanya tensiku rendah banget kalau lagi hamil, yang paling seru pas di USG. Subhanallah, kelihatan jelas di layar monitor mata, hidung, bibir , tangan, dan organ lainnya. Ketika alat detektor USG menyentuh perut si bayi pun ikut bergerak. Terasa sekali gerakannya. Si dokter ngasih tahu jenis kelaminnya. Tapi bagi kita itu belum 100 persen. Biar deh nanti jadi surprise di ahri kelahirannya.

Trus yang paling membosankan ketika menunggu giliran konsultasi ke dokter kebidanan. Lamaaaaa banget....

Selasa, 06 Mei 2008

SELAMANYA SELINGKUH ITU TAK INDAH

Ada satu lagu yang sering saya dengar di tivi..

'betapa ku mengerti sebagai selingkuhanmu
ku harus jalani ikatan yang tersembunyi
ku mencoba bertahan meskipun menyakitkan
tak menyisakan sebuah sesal di hatiku

selama aku bisa membuatmu bahagia
berpaling ku tak mungkin singgahi hati yang lain
sebatas harapanku mohon pengertianmu
bahwa ku ingin memilikimu seutuhnya

reff:
seiring berlalu bergulirnya waktu
membuka rahasia di antara kita
pastinya kan ada hati yang terluka
tak menerima semua kenyataan yang ada

namun tak selayaknya perselingkuhan ini
yang lama ku lalui menjadi tiada berarti
semenjak ku merasa harapmu sia-sia
hingga terluka hati kan membuatmu tak berdaya

reff2:
mungkin ku relakan untuk kau tinggalkan
diriku di sini harus mengakhiri
aku yang merasa lelah dan menyerah
kenapa tak selamanya selingkuh itu indah

biarkan cerita kita berpisah adanya
bila memang kita tak mungkin bersama selamanya
'

Lagu ini bercerita tentang perasaan seseorang yang menjadi pasangan selingkuhan betapa dia sebenarnya merasa kesakitan dengan perasaannya. Dia berharap untuk memiliki pasangan seutuhnya tapi ternyata tak mungkin. Akhirnya dia menyimpulkan tak selamanya selingkuh itu indah karena pasti ada hati yang terluka...

Yang membuat saya tertarik sebenarnya bukan musiknya yang bagus atau lagu ini meraih platinum. Tentang itu sih saya gak tahu. Tapi isinya sangat menarik....Betapa tidak dalam kehidupan sehari-hari yang namanya perseligkuhan itu sering terjadi. Pernah ada seorang akhwat curhat pada saya tentang kisah suaminya yang main belakang dengan perempuan lain. Saya sendiri nyaris tidak percaya...Masa sih seorang ikhwan yang tertarbiyah bertahun tahun berani berbuat seperti itu. Jadi virus merah jambu itu tak hanya menjangkiti aktifis kampus ataupun ikhwan akhwat yang belum nikah tapi juga pasangan suami istri.

Balik lagi ke lagu di atas, saya hanya merasa lagu itu tidak pas...Karena selingkuh itu selamanya tidak indah. Kalau toh pasangan yang berselingkuh merasa romantika cinta mereka begitu indah dan menggebu-gebu itu kan karena bisikan-bisikan syetan. Seolah mereka sedang mengambang di udara begitu kaki terjejak di tanah..pusing deh...

Yang pertama pusing mikirin dosa. Tapi kadang orang yang sudah dikuasai nafsu tidak peduli dengan dosa. Bagi mereka dunia dan akhirat itu terpisah. Ada seorang teman suami yang sudah tua, umurnya di atas lima puluhan, dengan entengnya dia menyarankan ke teman-temannya daripada poligami lebih baik jajan aja. Na'udzubillah...Trus selanjutnya pusing kalau ketahuan sama istri atau suaminya. Belum lagi kalau selingkuhannya minta dinikahin. Selain itu hati-hati kecil dari anak-anaknya yang terluka melihat orang tuanya bertengkar bahkan bercerai.

Indahnya cinta yang haram itu selalu mendatangkan petaka, beda dengan cinta yang dibingkai dengan ikatan halal.

So...SELAMANYA SELINGKUH ITU TAK INDAH